Resiliensi Media, Ketahanan Siber Diperkuat, dari Talenta Digital hingga Kerja Sama Regional

Jakarta – Penguatan resiliensi media nasional terus didorong melalui peningkatan kapasitas talenta keamanan siber, penguatan standar industri, serta perluasan kolaborasi nasional dan internasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga integritas ruang digital, meningkatkan ketahanan media terhadap ancaman siber dan disinformasi, sekaligus memperkuat kepercayaan publik di tengah pesatnya transformasi digital.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) dengan CREST International. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia, meningkatkan standar industri keamanan siber, serta memperluas akses talenta Indonesia ke tingkat global.

Ketua Umum ADIGSI Firlie Hanggodo Ganinduto menegaskan pengembangan kualitas talenta digital menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan.

“ADIGSI berkomitmen mendorong pertumbuhan industri keamanan siber Indonesia. Karena itu, kami memandang kolaborasi dengan CREST International sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi talenta nasional sekaligus memperluas akses menuju pasar global,” ujar Firlie.

Ia menjelaskan kerja sama tersebut mencakup penguatan standar industri, peningkatan kapasitas SDM, pertukaran pengetahuan, pengembangan jalur akreditasi, hingga peningkatan kapabilitas pelaku industri keamanan siber.
Menurut Firlie, peningkatan kualitas SDM tidak hanya memperkuat industri keamanan siber, tetapi juga memperkokoh resiliensi media nasional dalam menghadapi ancaman serangan digital, kebocoran data, maupun penyebaran disinformasi.

Sementara itu, CEO CREST International Nick Benson menilai Indonesia memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri digital di kawasan Asia Pasifik.

“Kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen CREST untuk mendukung pengembangan standar, kompetensi, dan profesionalisme industri keamanan siber di Indonesia,” ujar Nick.

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat pengembangan talenta digital melalui kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Peris.AI dalam penyelenggaraan Cyber Breaker Competition (CBC) Season 3. Program ini dirancang sebagai wadah pembinaan talenta keamanan siber yang menghubungkan proses identifikasi, pelatihan, hingga pengembangan karier para peserta.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan keamanan siber merupakan bagian penting dari pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi.

“Kementerian Ekraf mendukung penuh penyelenggaraan Cyber Breaker Competition Season 3 sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem talenta digital Indonesia. Melalui program ini, kami ingin menciptakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kompetensi, berkolaborasi, serta menghasilkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi industri kreatif digital dan keamanan siber nasional,” ujarnya.

Tahun ini, CBC Season 3 diikuti 916 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Selain meningkatnya jumlah peserta, keterlibatan talenta dari luar Pulau Jawa maupun peserta perempuan juga terus bertambah, menunjukkan semakin luasnya pemerataan pengembangan kompetensi keamanan siber.

Co-Founder dan CEO Peris.AI David Samuel menegaskan bahwa kompetisi tersebut dirancang sebagai pintu masuk untuk membangun komunitas profesional keamanan siber yang mampu menjawab kebutuhan industri nasional.

“Cyber Breaker Competition kami rancang bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi sebagai pintu masuk untuk membangun komunitas, meningkatkan kompetensi, dan membuka peluang ekonomi bagi talenta ethical hacker Indonesia,” katanya.

Penguatan ketahanan digital nasional juga diperluas melalui kerja sama Indonesia dan Singapura yang mencakup keamanan siber, ekonomi digital, kecerdasan buatan (AI), dan pengembangan infrastruktur digital strategis. Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa penguatan resiliensi media memerlukan sinergi antara pemerintah, industri, komunitas profesional, dan mitra internasional agar ruang digital Indonesia semakin aman, adaptif, dan terpercaya dalam menghadapi tantangan era digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *