Penembakan OPM di Tembagapura Kembali Timbulkan Korban Sipil, Aparat Fokus Pastikan Selamatkan Warga

MIMIKA – Aksi penembakan yang diduga dilakukan kelompok Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kembali mengguncang wilayah Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Insiden yang terjadi di Kamp Wini Kalikuluk Mile 69, Distrik Tembagapura, Jumat (8/5/2026), menimbulkan korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil dan memaksa ratusan warga meninggalkan kawasan tersebut demi alasan keamanan.

Peristiwa tersebut menambah daftar panjang gangguan keamanan yang berdampak langsung terhadap masyarakat sipil di Papua. Suasana tenang di kawasan permukiman warga berubah menjadi kepanikan setelah rentetan tembakan terdengar dari arah Camp David di seberang sungai.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menyampaikan bahwa aparat keamanan sebelumnya telah mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan di sekitar wilayah MP 69 sebelum insiden terjadi.

“Dari hasil pemantauan tersebut, terdengar dua kali letusan senjata api dari arah Camp David di seberang sungai, yang diduga berasal dari kelompok OPM pimpinan Guspi Waker,” ungkap Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna.

Tidak lama kemudian, kelompok bersenjata dilaporkan melakukan penembakan berulang ke arah kawasan Camp Wini Kalikuluk yang berada di tengah lingkungan masyarakat. Aparat TNI yang berada di lokasi langsung melakukan langkah pengamanan dengan mendahulukan evakuasi warga sipil.

“Tindakan yang dilakukan personel telah sesuai prosedur dan dilakukan secara terukur untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban dari masyarakat sipil. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama,” tegas Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna.

Dalam proses evakuasi tersebut, aparat menemukan seorang anak perempuan mengalami luka tembak pada bagian bahu kiri. Korban segera dibawa menuju fasilitas kesehatan terdekat menggunakan tandu darurat. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia saat perjalanan menuju lokasi medis.

“Aksi brutal yang diduga dilakukan kelompok pimpinan Guspi Waker itu tidak hanya menebar ketakutan, tetapi juga merenggut nyawa seorang anak perempuan tak berdosa yang diperkirakan berusia 12 hingga 15 tahun,” tambah Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna.

Selain korban meninggal dunia, seorang warga lainnya juga mengalami luka tembak pada bagian betis kiri dan kini masih menjalani perawatan intensif. Kesaksian warga yang berada di lokasi kejadian menyebutkan bahwa tembakan muncul secara tiba-tiba ketika masyarakat tengah berkumpul bersama keluarga di dalam camp.

Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman, mengungkapkan bahwa aparat gabungan bergerak cepat melakukan penanganan terhadap para korban serta memastikan proses evakuasi berjalan aman.

“Data korban meninggal saat ini ada dua orang. Satu orang atas nama Narlince Wamang yang posisinya masih di Tembagapura, dan satu lagi meninggal di RSMM Charitas,” ujar Iptu Firman.

Akibat situasi yang mencekam, sebanyak 256 warga dilaporkan mengungsi ke wilayah yang lebih aman. Aparat gabungan dari TNI, Polri, Brimob, dan Satgas Amole terus memperkuat patroli keamanan guna mencegah gangguan lanjutan dari kelompok bersenjata.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, memastikan bahwa proses penyelidikan masih terus berlangsung agar seluruh rangkaian peristiwa dapat diungkap secara menyeluruh.

“Kami terus melakukan verifikasi lebih lanjut agar informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar akurat,” pungkas Brigjen Pol. Jermias Rontini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *