Jakarta – Pemerintah memperluas Program Makan Bergizi Gratis ke daerah 3T dengan membangun ribuan dapur baru sekaligus memperketat standar kualitas dan keamanan pangan demi masa depan anak bangsa._x000D__x000D_Guna memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) berencana mendirikan hingga 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Fokus utama pembangunan dapur tersebut diarahkan ke kawasan 3T (tertinggal, terdepan, terluar) serta wilayah yang memiliki angka stunting tinggi._x000D__x000D_Kepala BGN Sudaryono mengatakan pembukaan SPPG akan dilakukan secara bertahap berdasarkan prioritas wilayah. _x000D__x000D_”Termasuk juga dapur-dapur baru kan sudah saya buka di 3T, stunting yang tinggi sudah saya buka. Minggu ini saya rencana buka ada sekitar 900 hampir 1.000 di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Bali,” kata Sudaryono._x000D__x000D_BGN juga telah mengaktifkan 480 SPPG di 16 provinsi wilayah Timur Indonesia, yang mencakup sejumlah daerah 3T dan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi._x000D__x000D_Menurut Sudaryono, pembukaan SPPG dilakukan melalui sistem yang telah ditetapkan BGN. _x000D__x000D_”Prioritas tersebut merupakan bagian dari upaya BGN memperluas jangkauan MBG ke wilayah yang membutuhkan intervensi gizi lebih besar,” ungkapnya._x000D__x000D_Mekanisme ini ditujukan untuk prioritas tersebut merupakan bagian dari upaya BGN memperluas jangkauan MBG ke wilayah yang membutuhkan intervensi gizi lebih besar. _x000D__x000D_Di sisi lain, BGN masih melakukan pembenahan terhadap dapur yang telah beroperasi. _x000D__x000D_Dari 27.022 SPPG, sekitar 1.100 belum memperoleh Surat Penetapan Penerima Manfaat (SPS), sedangkan sekitar 500 lainnya berstatus suspend karena persoalan seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), kasus keracunan makanan, dan kebutuhan perbaikan._x000D__x000D_BGN juga memperbarui data penerima berdasarkan Dapodik serta menguji sistem prasmanan di lebih dari 60 dapur. Uji coba dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Jayapura, Papua. _x000D__x000D_“Lebih fresh karena tidak ada delay waktu, sehingga mengurangi risiko kerusakan makanan yang rusak kemudian menyebabkan gangguan kesehatan,” ujar Sudaryono._x000D__x000D_BGN menyatakan, uji coba prasmanan masih dalam tahap evaluasi sebelum diterapkan lebih luas. Evaluasi mencakup kesiapan dapur dan sekolah, pelatihan bagi siswa yang terlibat dalam penyajian, serta persoalan yang muncul selama pelaksanaan di lapangan._x000D__x000D_Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis ke wilayah 3T dan daerah stunting tinggi lewat pembangunan ribuan dapur baru demi kualitas keamanan pangan anak bangsa [-RWA]
