Hilirisasi Teknologi Dimulai, Pemerintah Buka Jalan Investasi Semikonduktor

Oleh: Adnan Ramdani )*

Kerja sama strategis antara Indonesia dan ARM Holding, perusahaan desain semikonduktor asal Inggris menjadi tonggak penting dalam membuka gerbang investasi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di industri semikonduktor nasional. Di tengah percepatan transformasi digital dan meningkatnya kebutuhan global terhadap chip dan perangkat berbasis teknologi tinggi, kemitraan ini mencerminkan keseriusan Indonesia untuk naik kelas dalam rantai nilai industri global.

Industri semikonduktor merupakan jantung dari hampir seluruh perangkat modern, mulai dari ponsel pintar, kendaraan listrik, perangkat medis, hingga sistem pertahanan. Selama ini, Indonesia lebih banyak berperan sebagai pasar dan konsumen, sementara nilai tambah terbesar dinikmati oleh negara-negara produsen teknologi. Melalui kerja sama dengan ARM Holding, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengubah posisi tersebut. Transfer pengetahuan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan ekosistem riset dan desain chip menjadi bagian penting dari agenda kolaborasi ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pengembangan semikonduktor menjadi krusial seiring pesatnya digitalisasi dan pertumbuhan industri berbasis teknologi. Semikonduktor tidak hanya digunakan pada perangkat elektronik dan gawai, tetapi juga menjadi komponen utama di industri otomotif, internet of things (IoT), hingga pusat data (data center).

Dari sisi investasi, kemitraan dengan ARM Holding memberikan sinyal positif bagi pelaku industri global. Kehadiran mitra teknologi kelas dunia meningkatkan kepercayaan investor terhadap keseriusan Indonesia dalam menyiapkan regulasi, infrastruktur, dan iklim usaha yang kondusif. Investasi di sektor semikonduktor dikenal padat modal dan berteknologi tinggi, sehingga setiap komitmen investasi akan membawa dampak berlipat bagi perekonomian nasional. Pembangunan pusat desain, fasilitas penelitian, hingga potensi manufaktur pendukung akan mendorong tumbuhnya kawasan industri baru serta memperkuat ekosistem teknologi nasional.

Dampak paling nyata dari kerja sama ini adalah terbukanya lapangan kerja berkualitas tinggi. Industri semikonduktor membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian khusus, mulai dari insinyur desain, ahli perangkat lunak, peneliti, hingga teknisi berstandar global. Kolaborasi dengan ARM Holding membuka peluang besar bagi talenta muda Indonesia untuk terlibat langsung dalam proyek-proyek teknologi mutakhir tanpa harus pergi ke luar negeri. Hal ini tidak hanya menekan brain drain, tetapi juga mendorong lahirnya generasi profesional teknologi yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Lebih jauh, kerja sama ini mendorong sinergi antara industri, perguruan tinggi, dan lembaga riset. Pengembangan kurikulum, program pelatihan, magang, hingga sertifikasi internasional menjadi bagian penting dalam menyiapkan SDM unggul. ARM Holding dengan ekosistem globalnya dapat menjadi jembatan bagi institusi pendidikan Indonesia untuk terhubung dengan standar dan praktik terbaik dunia. Dalam jangka panjang, sinergi ini akan memperkuat kapasitas inovasi nasional dan mempercepat lahirnya produk-produk teknologi karya anak bangsa.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membahas penguatan sektor otomotif dan elektronik nasional melalui investasi pengembangan teknologi semikonduktor saat rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, Hambalang. Pembahasan tersebut diarahkan untuk membangun fondasi industri masa depan Indonesia, khususnya pada sektor teknologi tinggi.

Kerja sama strategis ini juga sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam mendorong hilirisasi dan transformasi ekonomi berbasis pengetahuan. Industri semikonduktor memiliki efek pengganda yang tinggi karena berkaitan erat dengan sektor lain seperti otomotif, energi terbarukan, telekomunikasi, dan industri kreatif berbasis digital. Dengan menguasai sebagian rantai nilai semikonduktor, Indonesia dapat memperkuat kedaulatan teknologi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor komponen strategis. Ini merupakan langkah penting untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik dan persaingan global.

Di tingkat global, krisis pasokan chip beberapa tahun terakhir telah membuka mata banyak negara tentang pentingnya industri semikonduktor. Indonesia belajar dari pengalaman tersebut dengan mengambil langkah proaktif melalui kemitraan strategis. Kerja sama dengan ARM Holding menunjukkan bahwa Indonesia tidak ingin tertinggal, melainkan siap menjadi bagian dari solusi global. Dengan posisi geografis yang strategis, pasar domestik yang besar, serta bonus demografi, Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi pemain penting di kawasan Asia Tenggara dalam industri ini.

Tentu, tantangan tetap ada, mulai dari kesiapan infrastruktur, konsistensi kebijakan, hingga penguatan regulasi perlindungan kekayaan intelektual. Namun, kerja sama dengan ARM Holding memberikan fondasi yang kokoh untuk menjawab tantangan tersebut. Komitmen bersama antara pemerintah, industri, dan mitra global menjadi kunci agar kolaborasi ini berjalan optimal dan berkelanjutan. Dengan tata kelola yang baik dan visi jangka panjang, Indonesia dapat memastikan bahwa manfaat investasi dan penciptaan lapangan kerja benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

Pada akhirnya, kerja sama strategis dengan ARM Holding bukan sekadar kesepakatan bisnis, melainkan investasi masa depan bangsa. Ini adalah langkah nyata untuk mendorong Indonesia masuk ke era ekonomi berteknologi tinggi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan meningkatkan daya saing nasional. Dengan memanfaatkan momentum ini secara cerdas dan inklusif, Indonesia berpeluang besar menjadikan industri semikonduktor sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaulat.

)* Pengamat ekonomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *